Header Ads

Maju ke Babak 16 Besar, Ahsan dan Hendra Berkelakar Tak Menyangka Bisa Menang di Indonesia Masters 2025


Pasangan ganda putra legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, memberikan penampilan apik di babak pertama Indonesia Masters 2025. Dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa malam, mereka berhasil menundukkan pasangan Taiwan, Chiang Chien-Wei/Wu Hsuan-Yi, dengan skor tipis 21-19, 22-20.

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat, di mana The Daddies langsung mencetak poin pembuka. Namun, lima poin berturut-turut dari lawan membuat mereka tertinggal 1-5. Meski begitu, semangat juang mereka kembali membara setelah jeda interval, di mana smash keras Ahsan menjadi kunci momentum untuk mengamankan game pertama dengan skor 21-19.

Memasuki game kedua, tensi semakin memanas. The Daddies memimpin hingga 11-6 saat interval, berkat serangkaian kesalahan dari lawan. Namun, pasangan Taiwan tak menyerah begitu saja dan mengejar hingga skor imbang 20-20. Di saat genting, pengalaman dan ketenangan Ahsan/Hendra berbicara banyak. Dua poin krusial berhasil mereka kantongi, menutup pertandingan dengan kemenangan 22-20 dalam waktu 34 menit.

Turnamen ini terasa istimewa, karena menjadi panggung perpisahan bagi duo legendaris yang telah memutuskan untuk pensiun. Seusai laga, Ahsan mengungkapkan kejutan dan rasa syukurnya atas kemenangan ini.

“Sejujurnya, kami sudah mempersiapkan diri untuk kalah kalau sampai rubber game. Bahkan saya sudah siap-siap pidato perpisahan tadi,” ujar Ahsan sambil tertawa di konferensi pers.

Hendra pun mengakui bahwa performanya tak lagi maksimal sebagai atlet profesional. “Jujur, saya banyak bolongnya di pertandingan tadi. Untung ada Ahsan yang cover di belakang,” katanya dengan nada ringan.

Kemenangan ini membawa The Daddies melangkah ke babak 16 besar yang akan digelar pada Kamis mendatang. Waktu jeda sehari penuh akan mereka gunakan untuk pemulihan fisik sebelum kembali beraksi di arena.

Dalam laga perpisahan ini, Ahsan/Hendra membuktikan bahwa meskipun usia mereka tak lagi muda, semangat dan keahlian mereka tetap menjadi panutan. Siapa sangka, langkah terakhir mereka di panggung bulu tangkis masih penuh kejutan dan kemenangan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.