Pendemo Tambang Ilegal di Subang Lempari Petugas dengan Botol, Coba Masuk Gedung DPRD
SUBANG - Sekalipun diguyur hujan deras, aksi buruh galian tambang di depan Gerbang Kantor DPRD Subang terus berlanjut hingga sore ini.
Mereka meminta Aparat Penegak Hukum untuk membuka kembali usaha galian tambang yang ditutup pasca di Viralkan Dedi Mulyadi.
Para buruh tambang tersebut mengaku kehilangan penghasilan Rp.75.000 - 100.000 per hari dampak dari penutupan Galian tambang akibat aksi Dedi Mulyadi.
Dalam orasinya hingga sore ini, para pengunjukrasa terus mencaci maki Dedi Mulyadi, yang dinilai tak sayang sama rakyat kecil yang bekerja di galian tambang.
"Kami selama galian tambang di tutup sudah hampir 2 Minggu tak ada penghasilan seperakpun, untuk makan anak istripun harus berhutang," ucap Agus salah seorang sopir dalam orasinya di depan gerbang gedung DPRD Subang, Jum'at (24/1/2025).
Para pendemo akan terus bertahan sambil menunggu keputusan untuk membuka kembali galian tambang yang ditutup APH.
Aksi demo pun sempat memanas karena lamanya pihak terkait mengambil keputusan yang diminta oleh para pendemo.
Para pendemo sempat melempari petugas dengan botol air mineral hingga mencoba mendorong-dorong pagar, mencoba ingin merangsek masuk ke gedung DPRD Subang.

Post a Comment