Header Ads

AHY: Pembangunan Giant Sea Wall Akan Jadi Prioritas Utama Prabowo

 


Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebutkan bahwa proyek pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa akan menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan AHY dalam acara diskusi kebijakan maritim di Jakarta, Selasa, 22 Januari 2025.

Menurut AHY, proyek ini bukan sekadar proyek infrastruktur besar, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk melindungi wilayah pesisir Indonesia dari ancaman kenaikan permukaan air laut dan banjir rob yang semakin parah.

“Presiden Prabowo sangat memahami pentingnya menjaga keamanan wilayah pesisir kita. Giant Sea Wall akan menjadi benteng yang melindungi tidak hanya lingkungan, tetapi juga perekonomian yang berbasis di kawasan pesisir,” ujar AHY.

Fokus pada Kelangsungan Hidup Pesisir

Proyek Giant Sea Wall, yang telah lama direncanakan, menjadi lebih mendesak mengingat dampak perubahan iklim semakin nyata. AHY menjelaskan bahwa pembangunan ini akan mencakup serangkaian tanggul modern dengan teknologi mutakhir untuk menahan air laut, sekaligus mengintegrasikan zona ekonomi baru untuk mendukung pertumbuhan kawasan pesisir.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga investasi masa depan bangsa. Proyek ini akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memastikan masyarakat pesisir tidak kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat bencana alam,” tambah AHY.

Dukungan Lintas Partai

Dalam diskusi tersebut, AHY juga menggarisbawahi pentingnya dukungan lintas partai untuk merealisasikan proyek ini. Ia mengatakan bahwa meskipun pembangunan Giant Sea Wall membutuhkan biaya besar, proyek ini adalah investasi yang tidak bisa ditunda lagi.

“Jika kita tidak bertindak sekarang, dampaknya akan jauh lebih besar di masa depan. Proyek ini memerlukan komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa, termasuk parlemen, untuk mendukung pembiayaannya,” ujar putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Aksi Cepat Pemerintah

Pemerintahan Prabowo Subianto direncanakan akan mulai membangun fase awal Giant Sea Wall pada tahun 2026, dengan melibatkan berbagai kementerian, ahli kelautan, dan investor dalam dan luar negeri. Proyek ini tidak hanya diharapkan melindungi Jakarta sebagai ibukota ekonomi, tetapi juga kota-kota pesisir lainnya di Indonesia.

“Giant Sea Wall adalah simbol kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global. Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu melindungi rakyatnya dengan teknologi dan strategi yang terbaik,” pungkas AHY.

Proyek ini mendapat sambutan positif dari banyak pihak, terutama komunitas pesisir yang selama ini terkena dampak langsung banjir rob. Namun, beberapa kritik terkait anggaran besar dan dampak lingkungan juga muncul, yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Prabowo dalam merealisasikan rencana ambisius ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.